Langsung ke konten utama

Berkenalan dengan Obat (Part 1)


Hampir semua dari kita tahu tentang obat dan bahkan pernah mengkonsumsinya. Tapi apakah kita tahu siapa si pembuatnya dan bagaimana caranya? Ketika menggenggam obat, pernahkah kita mengamati bentuk, warna dan bahkan rasanya? Nah disini saya akan menceritakan secara singkat siapa pembuat obat dan bagaiaman proses pembuatanya.

Sebagian orang beranggapan obat adalah suatu zat yang digunakan sebagai penyembuh atau mengobati pada kondisi sakit, atau ada juga yang menganggapnya sebagai racun. Secara umum obat merupakan suatu zat kimia tertentu sintetis maupun semi sintetis yang ditujukan untuk mengobati suatu kondisi penyakit tertentu. Tidak hanya mengobati obat juga bisa mencegah, mengurangi, menghilangkan sakit pada suatu kondisi penyakit tertentu. Dikatakan racun karena apabila digunakan tidak sesuai dengan takaran atau dosisnya dapat menyebabkan si obat itu menjadi racun dan berdampak buruk terhadap tubuh.

Obat dibuat oleh seorang farmasis yang melibatkan berbagai bidang ilmu. Seorang farmasis bertanggung jawab dalam proses awal hingga akhir. Waktu yang diperlukan untuk membuatu obat sangatlah panjang, dimulai dari penemuan (discovery), pengembangan (development) dan produksi (manufacturing). Selain itu, dalam proses pembuatanya menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Cara pembuatan obat harus memenuhi standar cara pembuatan obat yang baik (CPOB),  yang mencakup aspek produksi dan mutu produk. Setiap tahap pembuatan terbagi menjadi beberapa tahap lagi guna memperoleh data yang dibutuhkan suatu obat untuk layak dinyatakan sebagai obat.

#30DWC #30DWCJilid25 #Day1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REAKSI HIPERSENSITIVITAS

Tubuh memiliki kemampuan dalam memproteksi diri . S alah satu bentuk proteksi tubuh ialah nya ialah sistem imun. Ada dua jenis respon imun yakni respon imun nonspesifik dan spesifik. R espon imun inilah yang akan memproteksi tubuh terhadap infeksi atau pertumbuhan kanker, tetapi juga juga dapat menimbulkan hal yang merugikan bagi tubuh berupa penyakit yang yang disebut reaksi hipersensitivitas . Hipersensitivitas adalah peningkatan reaktivitas atau sensitivitas terhadap antigen yang pernah dipajankan atau dikenal sebelumnya. Reaksi ini terbagi menjadi berbagai kelainan yang heterogen yang terjadi melalui berbagai cara. Pertama, pembagian reaksi hipersensitivitas menurut waktu timbulnya reaksi . Reaksi cepat , reaksi ini terjadi dengan cepat dalam hitungan detik, menghilang dalam 2 jam. Ikatan silang antara alergen dan IgE pada permukaan sel mast menginduksi pelepasan mediator vasoaktif. Manifestasi reaksi cepat berupa anafilaksis sistemik atau anafilaksis lokal.  Reak...

TATALAKSANA PEMBERIAN ANTIRETROVIRAL

TATALAKSANA PEMBERIAN ANTIRETROVIRAL Pasien yang telah dinyatakan terinfeksi HIV harus menjalankan serangkaian layanan yang meliputi penilaian stadium klinis, penilaian imunologis dan penilaian virologi. Tujuanya adalah untuk menilai, apakah pasien sudah memenuhi syarat untuk terapi antiretroviral, menilai status supresi imun pasien, menentukan infeksi oportunistik yang pernah dan sedang terjadi dan menentukan paduan obat ARV yang sesuai (Kementrian Kesehatan 2011). Setelah menentukan stadium klinis, pemeriksaan jumlah CD4 adalah cara untuk menilai status imunitas ODHA (orang dengan HIVAIDS). Pemeriksaan CD4 melengkapi pemeriksaan klinis untuk menentukan pasien yang memerlukan pengobatan profilaksis infeksi opurtunistik dan terapi ART. Rata rata penurunan CD4 adalah sekitar 70-100 sel/mm3/tahun, dengan peningkatan setelah pemberian ARV antara 50 –100 sel/mm3/tahun. Jumlah limfosit total (TLC) tidak dapat menggantikan pemeriksaan CD4 (Kementrian Kesehatan RI 2011). Pemeriksaan ...

OFF LABEL DRUG USE

(by: Dwi Aulia Ramdini, M. Farm., Apt) Di masa yang akan datang, akan semakin banyak dokter yang meresepkan obat off label . sebenarnya apa sih obat off label itu? obat off label ialah obat diluar indikasi yang tertera dalam label  dan belum atau diluar persetujuan oleh badan atau lembaga yang berwenang atau kalau di Indonesia  Badan POM, di US FDA ( Food Drug Administration ). Obat yang telah disetujui atau approved oleh FDA atau BPOM akan mendapat label approved yang berisi informasi tentang cara dan dosis penggunaanya berdasarkan hasil uji klinis. Peresepan atau penggunaan obat off label ini sangat umum sekali saat ini. Sebagian orang mungkin akan khawatir dengan marak nya dokter yang meresepkan obat off label jika mengetahui bahwa obat off label diluar persetujuan oleh badan yang  berwenang. Di Atlanta, seorang pasien bernama Murphy mengaku bahwa ia terkejut setelah  menyadari bahwa ia menggunakan nadolol (golongan beta-blocker ) selama bertahun-ta...